Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Ciri-ciri Husnul Khatimah

17.58 Rizki Aziz R. 1 Comments Category :

Husnul Khatimah merupakan impian setiap umat Muslimin, karena orang yang mati dalam keadaan Husnul Khatimah diberi jaminan surga oleh Allah subhanahu wata’ala. Wallahu a’lam. Berikut cirri-ciri orang yang mati Husnul Khatimah:

1. Mengucapkan Syahadat ketika wafat
“Barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan ‘La ilaha illallah’ maka ia dimasukkan ke dalam surga.”[HR. Hakim]
2. Dahi berkeringat ketika wafat
Dari Buraidah ibnul Khasib radhiyallahu ‘anhu: “…Sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda,’Matinya seorag mukmin adalah dengan berkeringat dahinya.”[HR. Ahmad, Nasa’I, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim, Thayalusi]
3. Wafat di hari atau malam Jumat
“Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari Jumat atau pada malam Jumat kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur.”[HR. Ahmad]
4. Mati Syahid
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.”[QS.Ali Imran:169-171]
“Bagi orang yang mati syahid ada enam keistimewaan yaitu: diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya di dalam surga, dilindungi dari azab kubur dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memberikan syafaat bagi tujuh puluh orang kerabatnya.’[HR. Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad]
“Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata,’Wahai Rasulullah, mengapa orang mukmin mengalami fitnah di kuburan mereka kecuali yang mati syahid?Beliau menjawab,’Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang di atas kepala sebagai fitnah.”[HR. Nasa’i]
Catatan: Dapatlah memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar muncul dari lubuk hati dan dengan penuh keikhlasan, kendatipun ia tidak mendapat kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam,’Barangsiapa memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allak akan menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati di atas keranjangnya.”[HR. Muslim, Baihaqi]
5. Mati dalam peperangan fisabilillah
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Apa yang kalian kategorikan sebagai orang yang mati syahid di antara kalian?’Mereka menjawab,’Wahai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa saja yang mati terbunuh di jalan Allah. ‘Beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Kalau begitu umatku yang mati syahid sangatlah sedikit.”Para sahabat kembali bertanya,”Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid, wahai Rasulullah?”Beliau bersabda,”Barangsiapa yang terbunuh di jalan Allah, yang mati sedang berjuang di jalan Allah, dan yang mati karena peyakit kolera, yang mati karena penyakit perut, maka dialah syahid, dan orang yang mati tenggelam dialah syahid.”[HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi]
“Siapa saja yang keluar di jalan Allah lalu mati terbunuh, aka ia mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati di atas ranjangnya dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun mati syahid.”[HR. Abu Dawud, Hakim, Baihaqi]
6. Mati disebabkan penyakit kolera
Dari Hafshah binti Sirin radhiyallahu ‘anhu bahwa Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:” Bagaimana Yahya bin Abi Umrah mati?” Aku jawab,”Karena terserang penyakit kolera.” Ia berkata,”Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,’Peyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim.”[HR. Bukhari, Thayalusi, Amad]
“Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam mengenai penyakit kolera, maka beliau bersabda: “Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan azab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendakinya-Nya, kemudian Dia jadikan rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap di kampungnya dengan penuh kesabaran, dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid.”[HR. Bukhari, Baihaqi, Ahmad]
7. Mati karena keracunan (sakit perut)
Dari Abdullah bin Yasir radhiyallahu ‘anhu, “Bukankah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,’Siapa saja yang wafat karena penyakit perut maka tak akan mendapat azab kubur’. Yang lain menjawab,’Memang benar.”[HR. Nasa’I, Tirmidzi, Ibnu Hibban, ath-Thayalusi, Ahmad]
8. Mati karena tenggelam
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Para syuhada itu ada lima; orang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang di jalan Allah.”[HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad]
9. Mati Ditimpa reruntuhan
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Para syuhada itu ada lima… tertimpa reruntuhan bangunan…HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad]
10. Perempuan meninggal karena melahirkan
“…begitu pula perempuan yang mati ketika bersalin adalah syahid (anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke dalam surga).”[HR. Ahmad, Darimi, Thayalusi]
11. Mati terbakar
“Para syuhada ada tujuh;….karena terbakar adalah syahid…”[HR. Malik, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad]
12. Mati busung lapar
“…karena busung lapar adalah syahid…”[HR. Malik, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad]
13. Mati karena TBC
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “…Mati karena TBC adalah syahid…”[HR. Thabrani]
14. Mati karena mempertahankan harta dari perampok
“Barangsiapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh maka dia syahid.”[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’I, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad]
Dari Abu Huraihah radhiyallahu ‘anhu: “Bagaimana bila aku yang membunuhnya (si perampok)?’Beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab,’Ia (si perampok) masuk neraka.”[HR. Muslim, Nasa’I, Ahmad]
15. Mati membela agama
“…dan barangsiapa yang mati dalam rangka membela agama (keyakinannya) maka ia mati syahid…”[HR. Abu Dawud, Nasa’I, Tirmidzi, Ahmad]
16. Mati membela jiwa
“…siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid.”[HR. Abu Dawud, Nasa’I, Tirmidzi, Ahmad]
17. Mati berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah
“Berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur (fitnah kubur).”[HR. Muslim, Nasa’I, Tirmidzi, Hakim, Ahmad]
18. Orang yang meninggal saat mengerjakan amal saleh
“Barangsiapa mengucapkan ‘La ilaha illallah’ dengan berharap akan keridhaan Allah dan di akhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang berpuasa sehari mengharapkan keridhaan Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahi hidupnya dengannya (sedekah), maka ia masuk surga.”[HR. Ahmad]

ya Allah, semoga saya dan para pembaca blog ini bisa husnul khatimah. Aamiin

1 komentar

  1. Subhanallah, hal yg sya impi"kan dri dlunya ... smoga kta mti dlm keadaan husnul khotimah

    BalasHapus

Jangan cuma baca langsung kabur! Komentar dulu atau Ctrl+D !!